SMKN 1 Surade Duduki Peringkat 12 Nilai Rata-rata TKA Tertinggi se-Jabar

7 hours ago 12

SUKABUMI — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMKN 1 Surade. Sekolah yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi ini berhasil masuk dalam 30 besar SMK Negeri dengan nilai rata-rata tertinggi Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) merilis daftar 30 besar SMK Negeri dengan rerata nilai tertinggi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Nilai rerata tersebut dihitung berdasarkan tiga mata pelajaran wajib TKA, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dari Rilis tersebut SMKN 1 Surade menempati peringkat ke-12 se-Jawa Barat.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa sekolah di daerah pelosok pun mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di kota besar. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya unggul dalam keterampilan praktik, tetapi juga kuat dalam penguasaan akademik.
Kepala SMKN 1 Surade, Asep Suhendi, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian luar biasa tersebut.

“Pertama tentunya saya merasa bersyukur. Ini semua bukan kerja saya sendiri. Ini hasil izin Allah SWT, doa orang tua, kerja keras para taruna-taruni, dan kegigihan bapak ibu guru yang setiap hari berjuang di kelas,” ujar Asep.

Ia mengaku bangga karena para siswa telah membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan halangan untuk meraih prestasi tinggi.

“Taruna-taruni Surade membuktikan bahwa sekolah di pelosok pun bisa bersaing dengan sekolah di kota besar. Nilai TKA ini adalah bukti bahwa kalau ada kemauan, keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” katanya.

Menurut Asep, masuknya SMKN 1 Surade ke jajaran 30 besar sekolah dengan nilai TKA tertinggi memiliki arti yang sangat penting. Prestasi ini menjadi tonggak untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap sekolah kejuruan.
Ia menjelaskan, capaian tersebut membawa banyak dampak positif. Pertama, menjadi inspirasi bagi siswa kelas X dan XI untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA pada tahun berikutnya. Kedua, menjadi modal kuat dalam proses akreditasi dan peluang mendapatkan berbagai bantuan pemerintah.

“Sekolah yang berprestasi biasanya lebih mudah mendapatkan dukungan program seperti BOS Kinerja, SMK Pusat Keunggulan, dan kerja sama dengan dunia industri,” jelasnya.

Selain itu, prestasi ini meningkatkan daya tarik sekolah dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), memperkuat kepercayaan diri siswa, serta membuka peluang lebih besar untuk lolos SNBT, beasiswa, dan rekrutmen kerja di perusahaan besar.

“Bagi masyarakat Surade, ini adalah kebanggaan tersendiri. Kini ada bukti konkret bahwa anak-anak dari daerah selatan Kabupaten Sukabumi mampu bersaing di tingkat provinsi,” ungkap Asep.

Keberhasilan ini diraih di tengah tantangan besar. Saat persiapan TKA, sebagian besar siswa kelas XII tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai daerah, bahkan di luar kota.
Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi sekolah untuk terus memberikan penguatan akademik. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran pilihan tetap memberikan pembelajaran secara daring melalui Zoom.

Sekolah juga memiliki inovasi berupa Buku Saku atau Skill Passport. Buku ini menjadi alat ukur penguasaan materi dasar setiap siswa.

“Setiap awal semester, taruna-taruni wajib menguasai materi dasar, mulai dari matematika, bahasa, undang-undang, seni, hingga keterampilan lainnya. Setelah diuji, guru akan menandatangani skill passport tersebut,” tutur Asep.

Selain itu, setiap Kamis pagi, siswa mengikuti program literasi setelah apel pagi. Kegiatan ini melatih kemampuan berbicara, menambah wawasan, dan menumbuhkan budaya membaca. Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, sekolah menerapkan metode “Gallery Walk”, sementara pada akhir semester siswa menampilkan pertunjukan bahasa dan seni untuk mengasah kreativitas dan penguasaan bahasa.

Asep menegaskan bahwa guru memegang peranan penting dalam keberhasilan siswa menghadapi TKA. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga merancang strategi pembelajaran, memperkuat literasi dan numerasi, serta memberikan motivasi secara berkelanjutan.

“TKA banyak mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS. Karena itu, guru harus memetakan materi, memberikan pengayaan, dan melatih siswa menganalisis soal,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan masuk 30 besar adalah bukti nyata kerja keras para guru yang total mendampingi siswa.
Prestasi ini juga tidak lepas dari dukungan orang tua dan komite sekolah. Orang tua berperan sebagai tim kedua di rumah yang terus memberikan semangat dan doa, sementara komite sekolah memberikan apresiasi kepada guru dan siswa.

“Dukungan keluarga sangat penting. Ketika anak mendapat motivasi di rumah, semangat belajarnya menjadi lebih kuat,” ujar Asep.

SMKN 1 Surade memiliki empat program keahlian, yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan, Desain Komunikasi Visual, Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian, dan Teknik Otomotif Kendaraan Ringan.
Asep menyebut, dua jurusan yang memberikan kontribusi terbesar dalam capaian TKA tahun ini adalah Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian.
Meski telah menorehkan prestasi gemilang, Asep mengingatkan seluruh warga sekolah agar tidak cepat berpuas diri.Ke depan, SMKN 1 Surade menargetkan dapat mempertahankan posisi di peringkat ke-12, bahkan menembus 10 besar Jawa Barat pada pelaksanaan TKA berikutnya.

“Target kami jelas, konsisten di papan atas dan mencetak taruna-taruni yang lolos SNBT, meraih beasiswa, dan siap bekerja di industri ternama,” tegasnya.

Sementara, peraih nilai TKA tertinggi di SMKN 1 Surade tahun pelajaran 2025/2026 Syalvhine Septiansyern, siswi kelas XII DKV A. Ia mengaku tidak pernah menargetkan menjadi peraih nilai tertinggi, tetapi tetap berusaha konsisten belajar meski harus menjalani PKL.

“Saya sangat bersyukur dan senang. Pencapaian ini menjadi apresiasi dari proses belajar yang telah saya jalani. Walaupun harus membagi waktu dengan PKL, saya tetap berusaha belajar secara konsisten,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan SMKN 1 Surade masuk Top 30 Jawa Barat merupakan hasil kerja keras guru dan siswa. “Prestasi ini sangat membanggakan. Semoga bisa dipertahankan dan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkembang,” katanya.(wdy)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |