Mantri BRI Unit Cisaat Abdul saat didampingi Heli Mulyana mantan supir yang kini sukses menjadi pengusaha ayam potong dengan omzet ratusan juta berkat dukungan BRI
SUKABUMI — Di sebuah rumah sederhana di Jalan Cikiray Kaler RT 03/07 Sukamanah, Cisaat, Sukabumi, aktivitas tak pernah berhenti. Telepon berdering, kendaraan keluar masuk, dan para pegawai sibuk mengirim serta menjemput ayam potong. Semua itu berada di bawah koordinasi seorang pria bernama Heli Mulyana (52), sosok yang dulu hanya dikenal sebagai supir, kini menjelma menjadi pengusaha sukses dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan.
Perjalanan Heli bukanlah kisah instan. Sejak akhir 1990-an, ia mencoba berbagai usaha: mulai dari berjualan dengan gerobak, membuka warung nasi, hingga menjajal bisnis material. Namun, semua itu belum membuahkan hasil yang signifikan. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk fokus pada usaha ayam potong. “Awalnya saya tidak fokus, usaha berganti-ganti. Tapi satu hal yang konsisten, pinjaman saya tetap di BRI,” kenang Heli.
Langkahnya semakin mantap ketika ia mendapatkan suntikan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dari pinjaman kecil, usahanya tumbuh, hingga kini beralih ke kredit komersial. Dengan dukungan istrinya, Ratu Rahelian, yang kini tercatat sebagai nasabah aktif, Heli mampu mengembangkan bisnis ayam potong dengan jaringan distribusi yang luas. Ia memiliki lima jongko penjualan ayam di Cibadak, Cicantayan, dan Cisaat. Omzetnya kini mencapai sekitar Rp300 juta per bulan.
Mantri BRI Unit Cisaat Abdul saat Silaturahmi dengan Heli Mulyana
Konsep bisnis yang ia terapkan sederhana namun efektif: setiap jongko saling menopang. Jika satu lokasi sepi, stok akan dialihkan ke jongko lain agar barang tetap habis terjual. Heli membeli ayam secara DO dari perusahaan besar, lalu mendistribusikannya ke pasar dan toko-toko. Dari awal hanya menjual 5 kilogram per hari, kini ia mampu mengolah hingga lima ton ayam per hari—tiga ton daging dan dua ton bagian sampingan seperti kepala, ceker, dan sayap. “Harga ayam dari saya Rp27 ribu, dijual Rp32 sampai Rp34 ribu. Saya juga pasok ke dapur MBG,” jelasnya.
Kisah Heli adalah gambaran nyata bagaimana peran BRI menjadi katalisator perubahan hidup masyarakat. Dari seorang supir RPA, ia kini menjadi bos dengan belasan karyawan. “Dengan adanya bantuan dari BRI, saya merasa terbantu. Dari nol sampai sekarang, BRI selalu hadir ketika saya membutuhkan modal,” ungkapnya.
Kepala Unit BRI Unit Cisaat Cabang Sukabumi, Irfan Abdulrohman, menuturkan bahwa kisah Heli Mulyana adalah cerminan nyata dari misi BRI sebagai bank rakyat yang hadir untuk mendukung masyarakat dari bawah hingga naik kelas.
Kepala Unit BRI Unit Cisaat Cabang Sukabumi, Irfan Abdulrohman
“Pak Heli adalah contoh bagaimana keberanian berusaha, jika dipadukan dengan dukungan permodalan yang tepat, bisa mengubah hidup seseorang. Dari seorang supir, kini beliau menjadi pengusaha dengan omzet ratusan juta rupiah. BRI merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan itu,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, BRI tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga membangun kepercayaan dan pendampingan. “Kami selalu berkomitmen untuk mendampingi nasabah, bukan sekadar menyalurkan kredit. Kami ingin memastikan usaha mereka tumbuh sehat, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pak Heli kini tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sukabumi,” jelasnya.
Menurut Irfan, kisah sukses seperti ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan layanan komersial. “Kami ingin semakin banyak UMKM yang naik kelas. Harapan kami, kisah Pak Heli bisa menginspirasi pelaku usaha lain untuk berani bermimpi dan mewujudkannya bersama BRI,” tutupnya.(hnd)

10 hours ago
12






































