Langgam.id – Wisuda Universitas Andalas 2026 menjadi momentum reflektif sekaligus peringatan keras bagi para lulusan di tengah dunia yang disebut semakin tidak pasti.
Rektor Universitas Andalas (UNAND), Efa Yonnedi, Ph.D, menegaskan bahwa Wisuda UNAND 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting setelah proses panjang, kerja keras, dan perjuangan yang dilalui mahasiswa.
Dalam sambutannya di Auditorium Kampus Limau Manis, Sabtu (14/2/2026), ia menyampaikan keberhasilan para wisudawan tidak diraih sendirian.
“Keberhasilan ini tidak diraih sendirian, melainkan berkat doa tak putus dari orang tua dan keluarga, serta pengorbanan, dorongan moral, dan kasih sayang yang menjadi kekuatan di balik langkah para wisudawan,” ujarnya dalam rangkaian Wisuda UNAND 2026.
Rektor juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada orang tua dan keluarga atas kepercayaan yang diberikan kepada UNAND untuk mendidik putra-putri mereka. Ia berharap kebanggaan pada momen Wisuda UNAND 2026 menjadi awal prestasi dan karier gemilang di masa depan.
Para lulusan, kata Rektor, kini melangkah ke “samudera luas” yang oleh World Economic Forum dalam laporan risiko global 2020 disebut sebagai era kompetisi yang semakin rumit. Dunia diwarnai konfrontasi geoekonomi, di mana perdagangan dan teknologi menjadi senjata strategi antarnegara.
Ia mengingatkan dua “kabut tebal” yang akan dihadapi lulusan.
Pertama, misinformasi dan disinformasi. Dengan bantuan kecerdasan buatan, konten palsu dan deep fake semakin meyakinkan. Bahkan, risiko disinformasi menempati posisi nomor dua dalam laporan risiko global 2026 versi World Economic Forum. Jika tidak waspada, misinformasi dan disinformasi dapat merusak kepercayaan sosial serta memecah belah masyarakat.
Kabut kedua adalah krisis bumi. Perubahan iklim disebut bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas saat ini. Dalam satu dekade mendatang, kerusakan sistem bumi diprediksi menjadi ancaman paling parah bagi eksistensi manusia. Tahun-tahun terakhir bahkan tercatat sebagai periode terpanas secara global, mempertegas urgensi transisi hijau.
Mengutip ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz, Rektor menyatakan krisis adalah momen untuk menata ulang kontrak sosial. Ia juga mengingatkan bahwa 44 persen keterampilan kerja diprediksi akan berubah dalam lima tahun ke depan akibat otomatisasi dan penggunaan robot yang semakin masif.
Meski demikian, peran manusia tetap tak tergantikan dalam empati, penilaian etik, dan pengawasan moral.
Rektor menitipkan tiga pesan utama: berpikir kritis dan analitis sebagai kompas kebenaran; meta learning atau kemampuan belajar, melupakan, dan belajar kembali; serta memiliki “hati hijau” demi pertumbuhan inklusif dan keberlanjutan bumi.
Menutup sambutan Wisuda UNAND 2026, ia menegaskan para lulusan bukan sekadar penumpang, melainkan navigator.
“Selamat berlayar, selamat berkarya, dan jadilah navigator yang membawa Indonesia menuju pelabuhan kemakmuran yang berkeadilan,” Katanya.
Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua MWA, Sekretaris SAU, jajaran pimpinan universitas, serta seluruh tenaga kependidikan atas dukungan dan kerja keras dalam menyukseskan Wisuda UNAND 2026.
Adapun, dalam wisuda kali ini, UNAND melepas sebanyak 1.333 wisudawan dari jenjang diploma, sarjana, magister, doktor, hingga pendidikan profesi.

19 hours ago
11















































