Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi Sukabumi, Ribuan Warga Padati Kampung Adat

7 hours ago 8

Beranda KABUPATEN SUKABUMI Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi Sukabumi, Ribuan Warga Padati Kampung Adat

KABUPATEN SUKABUMI

Seren Taun ke-447 Kasepuhan SinaresmiSuasana saat puncak perayaan Seren Taun ke-447 Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026).

CISOLOK – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun ke-447.

Tradisi adat yang telah bertahan selama ratusan tahun itu kembali menjadi simbol kuat rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus doa bersama menyongsong musim tanam berikutnya. Suasana sakral begitu terasa sejak pagi. Iringan musik tradisional, lantunan kidung, hingga berbagai prosesi adat berlangsung khidmat, menyatukan masyarakat adat, tamu undangan, serta ribuan pengunjung dalam satu perayaan budaya yang sarat nilai spiritual dan filosofi kehidupan.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi tumbuk padi, saresehan bersama baris olot kasepuhan, arak-arakan dongdang, pertunjukan dogdog lojor, seni debus, rengkong, gondang buhun, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan Sinaresmi. Setiap prosesi menggambarkan eratnya hubungan masyarakat adat dengan alam, pertanian, dan warisan leluhur yang terus dijaga lintas generasi.

Puncak acara ditandai dengan prosesi paling sakral, Ngampih Pare ka Leuit, yaitu memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen masyarakat ke Leuit Si Jimat oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat dengan iringan kidung Pohaci, alunan suling, serta petikan kecapi yang menghadirkan nuansa spiritual mendalam.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang hadir dalam perayaan tersebut dalam keterangannya menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, tradisi Seren Taun juga mengandung nilai-nilai luhur yang tetap relevan hingga saat ini, seperti semangat gotong royong, pelestarian lingkungan, serta ketahanan pangan melalui budaya penyimpanan padi di leuit.
“Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” ujar Asep.

Ia menilai, di tengah derasnya arus globalisasi, masyarakat adat Kasepuhan Sinaresmi mampu membuktikan bahwa menjaga kelestarian alam dan mengelola pangan secara mandiri merupakan kearifan lokal yang patut menjadi teladan, untuk itu Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan potensi kawasan kasepuhan serta peningkatan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengajak generasi muda atau incu putu agar tidak melupakan jati diri dan terus menjaga warisan budaya leluhur sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman,” ucapnya.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |