BANDUNG – Selama Ramadan1447 Hijriyah/ 2026 Masehi, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, melaksanakan program spritual atau kegiatan pembinaan keagamaan.
Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran diri, memperbaiki karakter, serta menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Muslih di lingkungan Lapas tersebut berlangsung khidmat dan menyentuh. Beragam aktivitas ibadah dan pembinaan spiritual pun digelar secara terstruktur, yang melibatkan seluruh warga binaan dan petugas Lapas.
Kepala Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Fajar Nur Cahyono, menyampaikan bahwa Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum penting dalam proses pembinaan. “Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual,” ucapnya, Kamis (19/3/2026) kemarin.
“Kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani ibadah, tetapi juga mampu mengambil makna dan menerapkannya dalam kehidupan ke depan,” ujarnya, menambahkan.
Adapun lanjutnya, rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Tarhib Ramadan atau Munggahan yang berlangsung penuh kekhusyukan. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi diri dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Bahkan selama Ramadan, pelaksanaan salat tarawih berjamaah dan dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an satu juz setiap malam. Selain itu, kegiatan tadarus harian melalui program “One Day, One Juz” menjadi penting dalam membangun kedekatan warga binaan dengan ayat-ayat Al-Qur’an.
Kemudian, kajian keagamaan juga rutin dilaksanakan, baik menjelang berbuka puasa maupun setelah salat subuh. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti pentingnya taubat, kesabaran, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, kegiatan sosial seperti bakti sosial Ramadan turut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Hal ini menjadi sarana pembelajaran nilai empati dan tanggung jawab sosial bagi warga binaan.
Kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Interaksi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar warga binaan maupun dengan petugas Lapas
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, kegiatan I’tikaf dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Warga binaan pun memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Selain itu, peringatan Nuzul Al-Qur’an juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, diisi dengan tausiyah yang memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Termasuk pengelolaan zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sodakoh dilakukan secara tertib dan transparan. Kegiatan ini menjadi edukasi menumbuhkan kesadaran dalam berbagi pada sesama.
Idul Fitri menjadi suasana kebersamaan yang semakin terasa melalui kegiatan takbir bersama di lingkungan lapas. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Ied, jelas Fajar.
Fajar menambahkan, pihaknya melihat adanya perubahan positif dari warga binaan selama mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan. “Kami menyaksikan semangat yang baik dalam menjalani ibadah dan pembinaan. Ini menjadi harapan bagi proses pembinaan ke depan,” katanya.
Melalui program yang dijalankan secara konsisten dan menyeluruh, Lapas Sukamiskin Bandung menunjukkan bahwa pembinaan berbasis spiritual dapat menjadi salah satu pendekatan efektif dalam mendukung proses Reintegrasi sosial warga binaan, pungkasnya. (ril/*)

5 hours ago
8














































