Langgam.id – PT Hutama Karya (Persero) menilai dukungan dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam merealisasikan pembangunan Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin sepanjang 41,10 kilometer yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Pekanbaru-Padang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan saat mendampingi kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 4 Juni 2026.
Menurut Iwan, pengembangan konektivitas di Sumatera Barat membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian teknis, dan badan usaha pelaksana agar proyek strategis tersebut dapat berjalan optimal.
“Bagi Hutama Karya, dukungan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di Sumatera Barat dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami siap mendukung agenda tersebut melalui pelaksanaan proyek yang andal, adaptif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang,” kata Iwan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mematangkan rencana pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat, khususnya penanganan koridor Lembah Anai dan pengembangan Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris mengatakan, pemerintah ingin memastikan pembangunan infrastruktur di daerah berjalan terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan konektivitas masyarakat.
Menurut dia, ruas Bukittinggi-Sicincin memiliki peran penting karena akan melengkapi fungsi Tol Padang-Sicincin yang telah beroperasi. Jika tersambung secara utuh, jaringan jalan tol di Sumatera Barat akan semakin efektif dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Ke depan, apabila koridor Bukittinggi-Sicincin ini dapat terhubung dengan ruas Sicincin-Padang, jaringan tol di Sumatera Barat akan berfungsi lebih utuh dan terintegrasi, baik dalam mempercepat arus logistik, meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, maupun menjadi akses alternatif yang lebih andal pada wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai,” ujar Abdul Malik.
Berdasarkan kajian perencanaan, ruas Tol Bukittinggi-Sicincin sepanjang 41,10 kilometer berpotensi memangkas waktu perjalanan hingga 55,91 persen dan mengurangi jarak tempuh sebesar 8,88 persen. Kehadiran ruas tersebut juga dinilai strategis karena akan menghubungkan Sumatera Barat dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.
Selain membahas rencana pembangunan tol, rombongan juga meninjau kawasan Lembah Anai untuk melihat perkembangan penanganan infrastruktur pada koridor vital penghubung Kota Padang dengan wilayah tengah dan utara Sumatera Barat.
Hutama Karya mencatat, sejak akses Lembah Anai kembali dibuka, volume lalu lintas di ruas Tol Padang-Sicincin meningkat signifikan. Pada periode libur panjang akhir pekan lalu, trafik kendaraan di ruas tersebut tumbuh lebih dari 80 persen dibandingkan kondisi normal.
Peningkatan itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur transportasi yang mampu menghadirkan perjalanan lebih cepat, aman, dan efisien. Karena itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat terwujudnya konektivitas jalan tol yang lebih lengkap di Sumatera Barat. (HER)

15 hours ago
8















































