Langgam.id — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon membuka peluang revitalisasi kawasan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan industri sekaligus pengembangan ruang kebudayaan di Sumatera Barat.
Komitmen tersebut disampaikan Fadli saat menjadi pembicara utama dalam Simposium Pabrik Indarung I bertema “Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I” yang digelar di Wisma Indarung PT Semen Padang, Minggu (21/6/2026) lalu.
Menurut Fadli, revitalisasi merupakan langkah penting agar kawasan bersejarah tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal tanpa kehilangan nilai autentisitas dan jejak sejarah yang dimilikinya. Ia menilai Pabrik Indarung I memiliki nilai strategis sebagai salah satu situs industri tertua di Indonesia yang layak mendapatkan perhatian dalam program pelestarian cagar budaya nasional.
“Hal yang paling penting adalah ruang-ruang cagar budaya ini direvitalisasi terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih layak, lebih baik, dan menjadi lebih hidup,” kata Fadli, dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Ia mengungkapkan, Kementerian Kebudayaan saat ini tengah menjalankan program revitalisasi sejumlah cagar budaya di berbagai daerah. Dalam program tersebut, Pabrik Indarung I dinilai memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan revitalisasi guna memperkuat fungsi dan pemanfaatannya di masa depan.
“Melalui program revitalisasi ini, mungkin kita bisa juga mendukung revitalisasi beberapa tempat di Pabrik Indarung I ini,” ujarnya.
Fadli menilai, revitalisasi tidak hanya bertujuan menjaga bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan cagar budaya agar memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan kebudayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pabrik Indarung I yang mulai beroperasi pada 1910 merupakan pabrik semen pertama di Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam sejarah industrialisasi nasional. Statusnya sebagai Cagar Budaya Nasional menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai historis yang tinggi, baik dari sisi teknologi, arsitektur, maupun perjalanan pembangunan bangsa.
Meski telah dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan, menurut Fadli, potensi kawasan tersebut masih belum tergarap secara maksimal. Karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan kawasan tanpa menghilangkan karakter warisan industrinya.
“Saya sudah dua kali melihat langsung Pabrik Indarung I. Kawasan ini memang sudah dimanfaatkan, tetapi belum optimal. Karena itu, simposium ini penting untuk merumuskan arah pemanfaatannya ke depan,” katanya.
Selain revitalisasi fisik, Fadli juga mendorong pengembangan kawasan sebagai pusat seni dan budaya. Menurut dia, bangunan dan ruang-ruang bekas pabrik dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kreatif seperti pameran seni rupa, pertunjukan teater, tari, sastra, hingga festival budaya.
Bahkan, ia mengusulkan kemungkinan penyelenggaraan Indarung Biennale, sebuah ajang seni rupa dua tahunan yang melibatkan seniman nasional dan internasional. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara menghidupkan kawasan sekaligus memperkenalkan warisan industri Indonesia kepada dunia.
Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyambut positif dukungan yang diberikan Kementerian Kebudayaan terhadap masa depan Pabrik Indarung I. Menurut dia, kawasan tersebut merupakan aset bersejarah yang menyimpan nilai penting bagi perjalanan industri dan pembangunan Indonesia.
“Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan tua. Di dalamnya terdapat memori kolektif, warisan teknologi, sejarah sosial, dan identitas yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Pri.
Ia menegaskan, pelestarian dan pengembangan kawasan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat. PT Semen Padang, kata dia, berkomitmen mendukung upaya menjadikan Pabrik Indarung I sebagai pusat pembelajaran sejarah industri, destinasi wisata edukasi, sekaligus ruang kebudayaan yang membanggakan Sumatera Barat.
Melalui dukungan revitalisasi yang dibuka Kementerian Kebudayaan, harapan untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut kini semakin terbuka. Pabrik Indarung I pun berpeluang memasuki babak baru sebagai warisan industri yang tidak hanya terjaga, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. (HER)

3 hours ago
4

















































