KEGIATAN: Al-Wafa Foundation menggelar pelatihan intensif budidaya pertanian dan peternakan, di Saung Sisi Wahangan Prana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada 17 hingga 19 Juli 2026. FOTO: ISTIMEWASUKABUMI – Sebagai upaya mendongkrak ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan lahan perkotaan, Al-Wafa Foundation menggelar pelatihan intensif budidaya pertanian dan peternakan, di Saung Sisi Wahangan Prana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada 17 hingga 19 Juli 2026.
Founder Al-Wafa Foundation, Erwan Hermawan menjelaskan, pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha di sektor produktif, kendati menghadapi tantangan ruang kota yang minim.
“Kegiatan ini diikuti oleh total 90 peserta yang kami bagi ke dalam tiga sesi pelatihan, di mana setiap sesinya menampung 30 orang. Fokus utama kami adalah peningkatan kapasitas SDM pertanian, terlebih untuk menyiasati kondisi perkotaan yang minim lahan,” ujar Erwan di sela-sela kegiatan.
Founder Al-Wafa Foundation, Erwan HermawanUntuk memberikan variasi peluang usaha yang aplikatif, Al-Wafa Foundation membagi pelatihan ke dalam tiga klaster materi utama, yaitu, Budidaya hidroponik dengan sistem rakit apung, budidaya peternakan bebek pedaging dan budidaya tanaman hias dan tanaman anggur.
“Seluruh peserta yang terlibat merupakan warga asli Kota Sukabumi yang berasal dari berbagai unsur penggerak pangan lokal, mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani mandiri, hingga masyarakat umum yang berminat membuka usaha rumahan,” terangnya.
Diakui Erwan, Untuk menjamin mutu dan standarisasi keilmuan yang diberikan, pihak yayasan menggandeng para ahli dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Kota Sukabumi sebagai pengisi materi sekaligus instruktur teknis lapangan.
Melalui sinergi ini, Erwan berharap output dari pelatihan tidak hanya berhenti pada tataran teori, melainkan menjadi stimulus nyata yang dibawa pulang oleh para peserta ke lingkungan masing-masing.
“Kami berharap setelah keluar dari sini, para peserta memperoleh bekal matang yang dapat langsung diterapkan. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan produktivitas keluarga, menciptakan peluang usaha mandiri baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (why)

9 hours ago
7













































