
SUKABUMI – Keadaan darurat seperti henti jantung, henti napas, hingga siswa pingsan dapat terjadi kapan saja di lingkungan sekolah. Sayangnya, tidak semua tenaga pendidik memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama yang tepat. Berangkat dari kondisi tersebut, STIKes Sukabumi menggelar Pelatihan Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam Mewujudkan Sekolah Siaga Gawat Darurat, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus STIKes Sukabumi itu diikuti 30 guru BK dari SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Kabupaten Cianjur. Selain mempererat silaturahmi antara STIKes Sukabumi dengan para guru BK, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Ketua Panitia sekaligus Dosen STIKes Sukabumi, R. Bayu Kusumah Natapraja, mengatakan guru BK dipilih karena memiliki kedekatan dengan para siswa sehingga dinilai strategis sebagai agen edukasi sekaligus penggerak penanganan darurat di sekolah.
“Guru BK merupakan guru yang paling dekat dengan siswa. Setelah mendapatkan pelatihan ini, kami berharap mereka dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada para siswa sekaligus membentuk tim siaga gawat darurat di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai Resusitasi Jantung Paru (RJP), tetapi juga edukasi Bantuan Hidup Dasar, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), penanganan korban tersedak, hingga penanganan awal pada kasus pendarahan.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta memperoleh sertifikat pelatihan dan cendera mata dari STIKes Sukabumi.
Bayu mengungkapkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan bagi guru BK. Ke depan, STIKes Sukabumi berencana melakukan pelatihan langsung ke sekolah, salah satunya di SMAN 2 Sukabumi, untuk membentuk Satuan Tugas Siaga Gawat Darurat dan Bencana yang melibatkan lebih banyak unsur sekolah.
Sementara itu, narasumber sekaligus dosen STIKes Sukabumi, Yeni Yulianti, menjelaskan bahwa kemampuan Bantuan Hidup Dasar sangat penting dimiliki guru karena mereka kerap menjadi orang pertama yang berada di lokasi ketika terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, guru BK tidak hanya berperan sebagai pendamping psikologis siswa, tetapi juga menjadi penggerak respons awal saat terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah.
“Pertolongan pertama yang cepat sangat menentukan peluang keselamatan korban. Guru BK harus mampu mengenali tanda bahaya, menenangkan situasi, menghubungi bantuan, serta memberikan pertolongan awal dengan benar,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali tiga langkah utama Bantuan Hidup Dasar yang wajib dikuasai masyarakat awam, yakni memastikan lokasi aman, memeriksa respons korban sambil segera meminta bantuan, serta melakukan kompresi dada apabila korban tidak bernapas normal hingga bantuan medis datang.
Selain itu, Yeni juga mengingatkan sejumlah kesalahan yang masih sering dilakukan saat menangani siswa yang pingsan atau mengalami kejang. Di antaranya mengguncang tubuh korban terlalu keras, memberikan minum sebelum korban benar-benar sadar, memasukkan benda ke dalam mulut saat kejang, hingga menahan gerakan tubuh korban secara paksa.
“Yang paling penting adalah tetap tenang. Pertolongan pertama bukan berarti melakukan semua tindakan, tetapi melakukan langkah yang aman, sederhana, dan tepat sesuai kondisi korban,” tegasnya.
Untuk memudahkan peserta memahami materi, pelatihan dikemas melalui demonstrasi dan simulasi menggunakan manekin. Para guru kemudian mempraktikkan langsung teknik Bantuan Hidup Dasar secara berkelompok sehingga diharapkan mampu menerapkannya apabila menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, STIKes Sukabumi berharap semakin banyak sekolah yang memiliki tim siaga gawat darurat sehingga mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat sebelum tenaga medis tiba.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan warga sekolah sekaligus mewujudkan budaya sekolah yang lebih tanggap terhadap situasi kegawatdaruratan.(wdy)

7 hours ago
8














































