Simposium Indarung I, Merumuskan Masa Depan Pabrik Semen Tertua di Asia Tenggara

5 hours ago 9

Langgam.id — Upaya menyelamatkan dan menghidupkan kembali Pabrik Indarung I sebagai warisan industri bersejarah terus dilakukan. Indarung Heritage Society (IHS) akan menggelar Simposium Indarung I bertajuk Masa Depan Cagar Budaya Pabrik Indarung I pada 21 Juni 2026 di Club House PT Semen Padang.

Pabrik Indarung I yang berdiri pada 1910 dan beroperasi selama 89 tahun merupakan pabrik semen tertua di Asia Tenggara. Meski telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan masuk dalam daftar Memory of the World (MoW) Asia Pasifik UNESCO, kondisi fisik kawasan seluas 4,9 hektare tersebut terus menghadapi ancaman kerusakan akibat usia, pencurian material, hingga vandalisme.

Ketua Indarung Heritage Society, M. Aidil Usman, mengatakan pelestarian kawasan tidak cukup hanya menjaga bangunan fisiknya, tetapi juga harus diiringi dengan upaya menghidupkan fungsi sosial dan kebudayaannya.

“Sejak 2018 kami berupaya mengaktivasi kawasan ini melalui berbagai kegiatan budaya seperti diskusi, lokakarya, dan festival. Saat ini kami memasuki fase berikutnya, yakni merumuskan konsep keberlanjutan agar kawasan ini dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat secara luas,” kata Aidil, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, Pabrik Indarung I memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ruang budaya penting di Indonesia. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk merumuskan arah pengelolaan kawasan secara jangka panjang.

Simposium tersebut menjadi forum untuk menyusun cetak biru penyelamatan, pelestarian, dan pemanfaatan kawasan sebagai ruang publik kultural yang berkelanjutan. Kegiatan ini didukung melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat.

Empat sesi diskusi akan digelar dengan menghadirkan akademisi, praktisi, dan pejabat pemerintah. Sesi pertama membahas kondisi spasial kawasan Pabrik Indarung I saat ini dengan narasumber Jonny Wongso dari Universitas Bung Hatta dan Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan Feri Arlius.

Sesi berikutnya akan membahas aspek pelestarian fisik, mitigasi kerusakan, serta perlindungan hukum dan arkeologis kawasan dengan menghadirkan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko dan dosen Arkeologi Universitas Andalas Alfa Noranda.

Diskusi juga akan mengulas model pengelolaan kawasan cagar budaya skala besar, termasuk pembelajaran dari pengelolaan Candi Borobudur. Selain itu, peserta akan mengevaluasi berbagai kolaborasi dan kegiatan yang telah dilakukan di kawasan Indarung I dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Kebudayaan dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah dalam merespons kondisi fisik Pabrik Indarung I sekaligus memberikan arahan strategis terkait pengembangannya sebagai ruang kebudayaan nasional.

Manajer Program Simposium Indarung I, Adi Osman, mengatakan peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, pemangku adat dan nagari, hingga komunitas seni dan budaya di Sumatera Barat.

“Peserta akan dibagi ke dalam masing-masing sesi sesuai fokus pembahasan agar diskusi berjalan lebih efektif dan menghasilkan rekomendasi yang konkret,” ujar Adi.

Melalui simposium ini, penyelenggara berharap lahir kesepahaman dan langkah bersama antar pemangku kepentingan untuk menjaga sekaligus mengembangkan Pabrik Indarung I sebagai warisan budaya yang relevan bagi generasi mendatang. (HER)

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |