Dari ‘Lorong Waktu’ ke Indarung: Jejak Syiar Islam di Masjid Jabal Rahmah PT Semen Padang

1 day ago 18

Langgam.id — Bagi generasi 1990-an, sinetron religi Lorong Waktu bukan sekadar tontonan, melainkan ruang perenungan yang membekas. Masjid yang menjadi latar kisahnya—Masjid Siti Rawani—melekat dalam ingatan sebagai simbol kesejukan spiritual. Di Indarung, Kota Padang, suasana serupa dapat ditemui pada Masjid Jabal Rahmah Semen Padang, masjid megah yang berdiri di jantung kawasan industri PT Semen Padang.

Kubahnya menjulang anggun, garis bangunannya tegas namun teduh, sementara ruang dalamnya lapang dan menghadirkan kekhusyukan. Bagi sebagian orang, kemegahan itu membangkitkan nostalgia visual pada “Lorong Waktu”. Namun, Jabal Rahmah bukan sekadar memori kolektif. Ia merupakan simbol komitmen panjang perusahaan dalam merawat syiar Islam di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.

Lahir dari Kebutuhan Jamaah

Masjid berkapasitas sekitar 1.000 jamaah ini dibangun pada awal 1990-an. Saat itu, kebutuhan akan fasilitas ibadah yang representatif kian mendesak. PT Semen Padang tengah berkembang, jumlah karyawan meningkat, dan aktivitas keagamaan makin semarak.

Sebelumnya, pusat ibadah karyawan berada di Masjid Raya Al-Ittihad. Namun, kapasitasnya tak lagi memadai menampung lonjakan jamaah. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama saat itu, Drs. Abu Bakar, perusahaan memprakarsai pembangunan masjid baru di dekat SPBU Indarung.

Mantan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Chairinal Chaidir, menuturkan bahwa pembangunan tersebut merupakan respons atas kebutuhan riil di lapangan. “Kami memerlukan masjid yang lebih luas dan representatif, yang tidak hanya melayani karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar,” ujarnya.

Filosofi Nama dan Arsitektur

Nama Jabal Rahmah, yang berarti “Bukit Kasih”, merujuk pada Jabal Rahmah—bukit di Padang Arafah yang dalam tradisi Islam diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa. Pemilihan nama ini mengandung makna simbolik: kasih sayang dan persatuan.

Di sisi lain, istilah “jabal” atau batu juga merepresentasikan bahan baku utama semen, yang dimaknai sebagai rahmat bagi kehidupan manusia. Dengan demikian, nama tersebut menyatukan identitas spiritual dan karakter industri perusahaan.

Secara arsitektural, masjid ini memadukan nilai Islam dan filosofi adat Minangkabau. Empat sudut menonjol pada bangunan melambangkan empat bacaan utama dalam zikir: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Filosofi ini diselaraskan dengan konsep “asal diri nan ampek”—roh, jiwa, akal, dan jasad—serta prinsip “kato nan ampek” dalam budaya Minangkabau yang mengatur etika komunikasi berdasarkan posisi lawan bicara.

Lima kubah yang berdiri di atas bangunan menjadi simbol lima Rukun Islam: syahadat, salat, zakat, puasa Ramadan, dan haji. Simbol-simbol tersebut menegaskan bahwa masjid ini dirancang bukan hanya sebagai ruang fisik, melainkan juga sebagai ruang makna.

Pusat Pembinaan dan Aktivitas Sosial

Ketua Pengurus Masjid Jabal Rahmah, Muhammad Thariq, menjelaskan bahwa aktivitas masjid berlangsung sepanjang tahun. Selama Ramadan, misalnya, digelar kajian Subuh, Zuhur, dan Tarawih; i’tikaf 10 hari terakhir; kelas tahfiz ba’da Asar; serta Pesantren Ramadan.

Pada tahun lalu, masjid ini meraih Juara I Pelaksanaan Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang. “Kami berharap tahun ini bisa kembali mempertahankan prestasi tersebut,” ujarnya.

Di luar Ramadan, kegiatan rutin tetap berjalan: kajian ba’da Zuhur setiap Senin dan Rabu, kajian Jumat ba’da Magrib, kajian muslimah setiap Senin pagi, serta kajian Sabtu setelah Subuh. Selain itu, terdapat TPQ untuk siswa sekolah dasar dan program Darul Qur’an kelas tahfiz yang terbuka untuk umum. Sejumlah peserta bahkan telah menghafal hingga delapan juz Al-Qur’an.

Wajah Spiritual di Tengah Kawasan Industri

Keberadaan Masjid Jabal Rahmah menghadirkan wajah berbeda di tengah kawasan industri yang identik dengan deru mesin dan kerasnya batu kapur. Di sana, nilai-nilai Islam dirawat, kebersamaan dipupuk, dan harmoni sosial dijaga.

Jika “Lorong Waktu” mengajarkan makna iman melalui kisah sederhana di layar kaca, maka Masjid Jabal Rahmah menghadirkan pesan serupa dalam kehidupan nyata: bahwa spiritualitas dapat tumbuh berdampingan dengan dunia industri. Di Indarung, syiar Islam tidak hanya terdengar dari pengeras suara masjid, tetapi juga tercermin dalam denyut kehidupan sehari-hari jamaahnya.

Read Entire Article
Anggam Lokal| Radarsukabumi| | |